Download Beberapa Pendekatan Studi Islam PDF

TitleBeberapa Pendekatan Studi Islam
File Size120.6 KB
Total Pages16
Document Text Contents
Page 8

Louis O. kattsof mengatakan, bahwa kegiatan kefilsafatan ialah merenung.

Tetapi merenung bukanlah melamun, juga bukan berfikir secara kebetulan yang

bersifat untung-untungan, melainkan dilakukan secara mendalam, radikal, sistematik,

dan universal.13 Pendekatan agama secara filosofis adalah untuk memahami ajaran

agama, dengan maksud agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran agama dapat

dimengerti dan dipahami secara seksama. Dalam sebuah buku yang berjudul Hikmah

al-Tasyri’ wa falsafatubu yang ditulis oleh Muhammad al-Jurjawi, ia

mengungkapkan hikmah yang terdapat di balik ajaran-ajaran agama islam.

Dengan menggunakan pendekatan filosofis ini, seseorang akan dapat

memberi makna terhadap sesuatu yang dijumpainya dan dapat pula menangkap

hikmah dan ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan cara demikian ketika

seseorang mengerjakan suatu amal ibadah tidak akan merasa kekeringan spiritual

yang dapat menimbulkan kebosanan. Semakin mampu menggali makna filosofis dari

suatu ajaran agama, akan semakin meningkat pula sikap, penghayatn dan daya

spiritualitas yang dimiliki seseorang.

Melalui pendekatan filosofis ini, seseorang tidak akan terjebak apada

pengalaman agama yang bersifat formalistic, yakni mengamalkan agama dengan

susah payah tapi tidak memiliki makna apa-apa kosong tanpa arti yang mereka

dapatkan dari pengalaman agama tersebut hanyalah pengakuan formalistic, misalnya

sudah haji, sudah menunaikan rukun islam yang kelima dan berhenti sampai disitu.

Mereka tidak dapat merasakan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya.

Menurut Nasr mengapa hanya oleh segelintir orang, jawabannya bias dicari dalam

hakikat filsafat hanya mengabdikan pikirannya saja, melainkan seluruh hidupnya. Ia

menuntut suatu pengahayatan total, bukan hanya sebatas studi akademis terhadap

persoalan agama.14 Bagi aliran ini, studi agama dan agama-agama adalah aktivitas

13 Louis O. Kattsof, Pengantar Filsafat, (terj.), Soejono Soemargono dari judul asli Elements of
Philosophy, (Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1989), cet. IV, hal..6.
14 Isma’il R. and Lois Lamnya Al-Faruqi, The Cultural Atlas of Islam, New York: Macmillan
Publisher Company, 1986), hlm.65.

8

Page 9

keagamaan itu sendiri, dan mempunyai makna keagamaan. Semua studi agama

hanya bermakna kalau ia memiliki makna keagamaan.15

Islam sebagai agama yang banyak menyuruh penganutnya mempergunakan

akal pikiran sudah dapat dipastikan sangat diperlukan pendektan filosofis dalam

memahami ajaran agamanya, yang contoh-contohnya telah dikemukakan di atas.

Namun demikian pendekatan seperti ini masih belum diterima secara merata

terutama oleh kaum tradisionalis formalistis yang cenderung memahami agama

terbatas pada ketetapan melaksanakan aturan-aturan formalistic dari pengalaman

agama.

6. PENDEKATAN HISTORIS

Sejarah atau histories adalah suatu ilmu yang di dalamnya dibahas berbagai

peristiwa dengan memperhatikan unsure tempat, waktu, objek, latar belakang dan

pelaku dari peristiwa tersebut.16 Menurut ilmu ini segala peristiwa dapat dilacak

dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana, apa sebabnya, siapa yang terlibat

dalam peristiwa tersebut.

Pendekatan kesejarahan ini sangat dibutuhkan dalam memahami agama,

karena agama itu sendiri turun dalam situasi yang konkret bahkan berkaitan dengan

kondisi social kemasyarakatan. Dalam hal ini Kuntowijoyo telah melakukan studi

yang mendalam terhadap agama yang dalam hal ini islam, menurut pendekatan

sejarah. Ketika ia mempelajari Al-Quran, ia sampai pada suatu kesimpulan yang

pada dasarnya kandungan Al-Quran itu terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama,

berisi konsep-konsep, dan bagian kedua berisi istilah-istilah sejarah dan

perumpamaan.

Dalam bagian pertama yang berisi konsep-konsep, istilah Al-Quran merujuk

kepada pengertian-pengertian normative yang khusus, doktrin-doktrin etik, aturan-

aturan legal dan ajaran-ajaran keagamaan pada umumnya. Istilah-istilah itu

kemudian diintegrasikan ke dalam pandangan dunia Al-Quran, sehingga menjadi

15 Komaruddin Hidayat and Mohammad Wahyuni Nafis, Agama Masa Depan Perspekti Filsafat
Perennial, (Jakarta: Paramadina, 1995), cet. I, hal. 12.

16 Lihat Taufik Abdullah (Ed), Sejarah dan Masyarakat, ( Jakarta: Pustaka Firdaus, 1987), hal. 105.

9

Similer Documents