Download Laporan pendahuluan + Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir Maya PDF

TitleLaporan pendahuluan + Asuhan Keperawatan Bayi Baru Lahir Maya
File Size414.8 KB
Total Pages21
Document Text Contents
Page 10

Prosedur penilaian APGAR :

 Pastikan pencahayaan baik

 Catat waktu kelahiran, nilai APGAR pada 1 menit pertama dg cepat &

simultan.

 Jumlahkan hasilnya

 Lakukan tindakan dg cepat & tepat sesuai dg hasilnya

 Ulangi pada menit kelima

 Ulangi pada menit kesepuluh

 Dokumentasikan hasil & lakukan tindakan yg sesuai



Penilaian :

 Setiap variabel dinilai : 0, 1 dan 2

 Nilai tertinggi adalah 10

 Nilai 7-10 menunjukkan bahwa by dlm keadaan baik

 Nilai 4 - 6 menunjukkan bayi mengalami depresi sedang & membutuhkan

tindakan resusitasi

 Nilai 0 – 3 menunjukkan bayi mengalami depresi serius & membutuhkan

resusitasi segera sampai ventilasi



 Behavioral State

o Quite sleep state

o Active sleep state

o Drowsy state

o Quiet Alert state

o Active alert state

o Crying state



 Pemeriksaan Fisik

 Kepala

Sutura yang berjarak lebar mengindikasikan bayi preaterm, moulding yang

buruk atau hidrosefalus. Pada kelahiran spontan letak kepala, sering terlihat tulang

kepala tumpang tindih yang disebut moulding atau moulase. Keadaan ini normal

kembali setelah beberapa hari sehingga ubun –ubun mudah diraba. Perhatikan

ukuran dan ketegangannya. Fontanel anterior harus diraba, fontanel yang besar

dapat terjadi akibat prematuritas atau hidrosefalus, sedangkan yang terlalu kecil

terjadi pada mikrosefali. Jika fontanel menonjol, hal ini diakibatkan peningkatan

tekanan intracranial, sedangkan yang cekung dapat terjadi akibat dehidrasi.

Page 11

Terkadang teraba fontanel ketiga antara fontanel anterior dan posterior, hal ini terjadi

karena adanya trisomi 21.

Pemeriksaan adanya trauma kelahiran misalnya : caput suksedaneum,

sefalhematoma, perdarahan subaponeurotik/ fraktur tulang tengkorak. Perhatikan

adanya kelainan congenital seperti : anensefali, mikrosefali, kraniotabes dan

sebagainya.

 Telinga

Pemeriksaan jumlah, bentuk dan posisinya. Pada bayi cukup bulan, tulang

rawan sudah matang. Daun telinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan

yang jelas dibagian atas. Perhatikan letak daun telinga. Daun telinga yang letaknya

rendah (low set ears) terdapat pada bayi yang mengalami sindrom tertentu (Pierre –

robin). Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan

dengan abnormalitas ginjal.

 Mata

Hipertelorisme okular, mata dengan jarak lebar, jarak lebih dari 3 cm antara

kantus mata bagaian dalam dapat dideteksi. Periksa jumlah, posisi atau letak mata.

Periksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna. Periksa

adanya glaukoma kongenital, mulanya akan tampak sebagai pembesaran kemudian

sebagai kekeruhan pada kornea. Katarak congenital akan mudah terlihat yaitu pupil

berwarna putih. Pupil harus tampak bulat. Terkadang ditemukan bentuk seperti

lubang kunci (kolobama) yang dapat mengindikasikan adanya defek retina. Periksa

adanya trauma seperti palpebra, perdarahan konjungtiva atau retina, adanya secret

pada mata, konjungtivitis oleh kuman gonokokus dapat terjadi panoftalmia dan

menyebabkan kebutaan. Apabila ditemukan epichantus melebar kemungkinan bayi

mengalami sindrom down.

 Hidung dan mulut

Bibir bayi baru lahir harus kemerahan dan lidahnya harus rata dan simetris.

Bibir dipastikan tidak adanya sumbing, dan langit – langit harus tertutup. Refleks

hisap bayi harus bagus, dan berespons terhadap rangsangan. Kaji bentuk dan lebar

hidung, pada bayi cukup bulan lebarnya harus lebih dari 2,5 cm.

Bayi harus bernapas dengan hidung, jika melalui mulut harus diperhatikan

kemungkinan ada obstruksi jalan napas karena atresia koana bilateral, fraktur tulang

hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring.

Periksa adanya sekret yang mukopurulen yang terkadang berdarah, hal ini

kemungkinan adanya sifilis congenital. Periksa adanya pernapasan cuping hidung,

jika cuping hidung mengembang menunjukkan adanya rangsangan pernapasan.\

Similer Documents