Download Laporan Praktikum_5 Kel 2b PDF

TitleLaporan Praktikum_5 Kel 2b
File Size468.1 KB
Total Pages16
Document Text Contents
Page 2

MODULATOR FSK

1. TUJUAN

1) Untuk memahami teori operasi modulator FSK.

2) Untuk memahami teori modulator FSK dengan menggunakan teori

matematika.

3) Untuk mendesain dan mengimplementasikan modulator FSK dengan VCO.

2. ALAT DAN BAHAN

1) Modul

2) Power supply

3) Osiloskop

4) Generator fungsi

5) Banana to banana

6) T connector

7) BNC to BNC

8) BNC to aligator

3. DASAR TEORI

Dalam transmisi sinyal digital, repeater digunakan untuk memulihkan

sinyal data, hal ini akan meningkatkan kekebalan terhadap kebisingan. Jadi

teknik coding dapat digunakan untuk mendeteksi, memperbaiki dan

mengenkripsi sinyal. Selama transmisi jangka panjang, bagian frekuensi

tinggi dari sinyal digital akan mudah menipis dan menyebabkan distorsi. Oleh

karena itu, sinyal harus dimodulasi sebelum transmisi, dan salah satu metode

adalah memasukkan frekuensi-shift (FSK) modulasi.

FSK Teknik adalah untuk memodulasi sinyal data ke dua frekuensi yang

 berbeda untuk mencapai efektif transmisi. Pada penerima, sinyal data akan

dipulihkan berdasarkan dua berbeda frekuensi dari sinyal yang diterima.

Hubungan sinyal FSK dan data sinyal ditunjukkan pada Gambar 13.1. Ketika

Page 15

Sedangkan pada TP2 sinyal kotaknya lebih rapat dan juga amplitudonya

 juga lebih besar.

6.4 Tabel 13-4 Hasil pengukuran dari modulasi FSK dengan menggunakan

LM566

Frekuensi pada TTL sebesar 100 Hz

 Pada TP1 didapati bahwa sinyal outnya berbentuk sinyal segitiga

dimana apabila sinyal TTL (sinyal input) bernilai “1” atau bernilai

maksimum maka gelombangnya menjadi merenggang dan apabila

sinyal TTL(sinyal input) bernilai “0” atau bernilai minimum maka hasil

keluaran merapat.

 Pada TP2 didapati bahwa sinyal outnya berbentuk sinyal kotak dimana

apabila sinyal TTL(sinyal input) bernilai “1” atau bernilai maksimum

maka gelombangnya menjadi merenggang dan apabila sinyal TTL

(sinyal input) bernilai “0” atau bernilai minimum maka hasil keluaran

merapat.

 Ketika pada TP3 maka sinyal output berupa sinyal sinus dan

frekuensinya mengikuti sinyal TTL(sinyal input) bernilai “1” atau

 bernilai maksimum, maka gelombang outputnya lebih lebar daripada

gelombang output ketika amplitude informasi minimum.

 Ketika pada FSK O/P maka sinyal output berupa sinyal sinus dan

frekuensinya mengikuti sinyal TTL(sinyal input) bernilai “1” atau

 bernilai maksimum memiliki gelombang lebih renggang dan amplitude

lebih besar. Sedangkan apabila sinyal TTL (sinyal input)bernilai “0”

atau bernilai minimum gelombangnya lebih rapat dan amplitudonya

minimum.

Saat Frekuensi 200 Hz

Pada dasarnya hasilnya sama saat frekuensi 100 Hz tapi gelombang yang

dihasilkan pada TP1 aplitudonya lebih besar, pada TP3 dan TP4

gelombangnya lebih sedikit disbanding dengan menggunakan 100 Hz.

Similer Documents