Download Makalah - Color Space PDF

TitleMakalah - Color Space
File Size219.2 KB
Total Pages4
Document Text Contents
Page 1

Aturan Konversi Color Space





Warna pada dasarnya merupakan bentukan 3 dimensi, sehingga disebut sebagai

“Color Space”. Untuk merepresentasikan bentukan warna 3 demensi maka dibutuhkan 2

sumbu seperti RGB, CMYK, HIS, YCbCr, dll. Color images biasa direpresentasikan oleh

digital imaging system sebagai Red, Green, dan Blue atau biasa disebut RGB. Model ini biasa

menghasilkan warna untuk monitor, scanner dan kamera video. Biasanya berupa 8 bits R, G,

B pixel mempunyai 256³ atau 16.777.216 warna. Selain RGB ada juga model warna lain

yaitu CMYK, HIS/HSV/HLS, YCbCr. CMYK sendiri adalah penghasil warna pada cat atau

tinta, biasa digunakan pada mesin cetak. Berbeda dengan RGB dan CYMK yang berorientasi

pada hardware, HIS/HSV/HLS merupakan model warna yang berorientasi software.

HIS/HSV/HLS adalah model warna alamiah dengan mempertimbangkan bahwa spektrum

warna adalah sebuah koordinat polar seperti warna pantulan yang jatuh di mata manusia.

Model ini sangat baik untuk membedakan warna-warna yang 'terlihat'. Menggnakan tiga

persepsi manusia tentang warna, yaitu hue (keragaman warna), saturation (kejenuhan), dan

brightness (kecerahan). Sedangkan YCbCr atau disebut juga dengan warna chrominant

banyak digunakan dalam skin-detection dan digital video.





 Konversi RGB ke CMYK



CMYK adalah model warna penintaan (subtractive color mode) sehingga warna-

warna primernya (Cyan, Magenta, Yellow, blacK) tergantung pada pigment pada tinta &

substrate yang dicetak. Sedangakn RGB adalah model warna pencahayaan (addictive color

mode) sehingga warna-warna primernya (Red, Green, Blue) tergantung pada teknologi alat

yang dipakai seperti CCD atau PMT pada scanner atau digital camera, CRT atau LCD pada

display monitor. Sehingga bila sebuah data warna ditampilkan pada dua monitor yang

berbeda akan berbeda apalagi bila teknologinya berbeda.

Warna Cyan, Magenta dan Yellow adalah warna komplementer terhadap Red, Green

dan Blue. Bila 2 buah warna komplementer dicampur dengan perbandingan yang tepat akan

menjadi warna putih (1). Konversi warna RGB ke CMY dapat dinyatakan seperti persamaan

berikut ini:



C = 1 – R

M = 1 – G

Y = 1 – B



Atau dapat ditulis dalam bentuk matriks



[



] [




] [




]

Page 2

Model CMY digunakan untuk mencetak warna, namun karena ketidasempurnaan

tinta, CMY tidak dapat menghasilkan warna hitam. Karena itu model CMY disempurnakan

menjadi model CMYK.



Konversi CMY ke CMYK



K = minimum (C, M, Y)



C = C - K



M = M - K



Y = Y - K





 RGB ke HIS/HSV/HLS

Pada model warna RGB, warna direpresentasikan menjadi tiga warna primer, yaitu:

red, green, dan blue. Nilai masing-masing warna primer itu berkisar antara 0 - 255.

Sedangkan HSV (hue, saturation, value) merupakan model warna yang diturunkan dariRGB.

Performa HSV ternyata lebih baik dalam membedakan warna jika dibandingkan dengan

RGB.

Basis RGB tidak cocok untuk beberapa aplikasi pengolahan citra. Pada aplikasi

pengenalan obyek akan lebih mudah mengidentifikasi obyek dengan perbedaan hue dengan

memberikan nilai ambang pada rentang nilai-nilai hue yang melingkupi obyek.

Diperlukan konversi dari RGB ke nilai intensity (I) atau , hue (H) dan saturation (S)

atau model warna HIS



V =







S = 1 –



atau bisa juga ditulis S = 1 -








H = tan







H dapat tidak bisa didefinisikan bila nilai S = 0, nilai H, S , V dapat ditulis sebagai

berikut :



V = max(r,g,b),

Page 3

S = {












H =

{














[



]

[



]





H = H + 360 jika H <0





 RGB ke YCbCr



Dalam color space, Y adalah komponent cahaya, sedangkan Cb dan Cr sebagai

informasi warna. Informasi warna disimpan dalam dua warna komponen berbeda Cb dan Cr.

Model warna ini digunakan dalam digital video. Konversi RGB ke YCbCr sebagai berikut:

[




] [




] [





] [



]

Similer Documents