Download Makalah Standar Pelayanan Farmasi Rs Apotek Puskesmas PDF

TitleMakalah Standar Pelayanan Farmasi Rs Apotek Puskesmas
File Size376.3 KB
Total Pages22
Document Text Contents
Page 1

29

5. Memberikan rekomendasi atau rencana tindak lanjut yang berisi rencana

 pemantauan dengan tujuan memastikan pencapaian efek terapi dan

meminimalkan efek yang tidak dikehendaki

6. Hasil identifikasi masalah terkait Obat dan rekomendasi yang telah dibuat oleh

Apoteker harus dikomunikasikan dengan tenaga kesehatan terkait untuk

mengoptimalkan tujuan terapi.

7. Melakukan dokumentasi pelaksanaan pemantauan terapi Obat dengan

menggunakan Formulir 9 sebagaimana terlampir.

G. Monitoring Efek Samping Obat (MESO)

Merupakan kegiatan pemantauan setiap respon terhadap Obat yang merugikan atau

tidak diharapkan yang terjadi pada dosis normal yang digunakan pada manusia untuk

tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi atau memodifikasi fungsi fisiologis.

Kegiatan:

1. Mengidentifikasi Obat dan pasien yang mempunyai resiko tinggi mengalami

efek samping Obat.

2. Mengisi formulir Monitoring Efek Samping Obat (MESO)

3. Melaporkan ke Pusat Monitoring Efek Samping Obat Nasional dengan

menggunakan Formulir 10 sebagaimana terlampir.

Faktor yang perlu diperhatikan:

1. Kerjasama dengan tim kesehatan lain.

2. Ketersediaan formulir Monitoring Efek Samping Obat.

EVALUASI MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN

Evaluasi mutu di Apotek dilakukan terhadap:

A. Mutu Manajerial

1. Metode Evaluasi

 Audit

Page 2

30

Audit merupakan usaha untuk menyempurnakan kualitas pelayanan dengan

 pengukuran kinerja bagi yang memberikan pelayanan dengan menentukan

kinerja yang berkaitan dengan standar yang dikehendaki. Oleh karena itu, audit

merupakan alat untuk menilai, mengevaluasi, menyempurnakan Pelayanan

Kefarmasian secara sistematis.

Audit dilakukan oleh Apoteker berdasarkan hasil monitoring terhadap

 proses dan hasil pengelolaan.

Contoh:

1) Audit Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis

Habis Pakai lainnya ( stock opname)

2) Audit kesesuaian SPO

3) Audit keuangan (cash flow, neraca, laporan rugi laba)

 Review

 Review yaitu tinjauan/kajian terhadap pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian

tanpa dibandingkan dengan standar.

 Review dilakukan oleh Apoteker berdasarkan hasil monitoring terhadap

 pengelolaan Sediaan Farmasi dan seluruh sumber daya yang digunakan.

Contoh:

1) Pengkajian terhadap Obat fast/slow moving 

2) Perbandingan harga Obat

 Observasi

Observasi dilakukan oleh Apoteker berdasarkan hasil monitoring terhadap

seluruh proses pengelolaan Sediaan Farmasi.

Contoh:

1) Observasi terhadap penyimpanan Obat

2) Proses transaksi dengan distributor 

3) Ketertiban dokumentasi

2. Indikator Evaluasi Mutu

 Kesesuaian proses terhadap standar

 Efektifitas dan efisiensi

Page 21

49

1) Melakukan perbaikan kualitas pelayanan sesuai standar

2) Meningkatkan kualitas pelayanan jika capaian sudah memuaskan.

MONITORING DAN EVALUASI

Sebagai tindak lanjut terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas perlu

dilakukan monitoring dan evaluasi kegiatan secara berkala. Monitoring merupakan kegiatan

 pemantauan terhadap pelayanan kefarmasian dan evaluasi merupakan proses penilaian

kinerja pelayanan kefarmasian itu sendiri.

Monitoring dan evaluasi dilaksanakan dengan memantau seluruh kegiatan

 pelayanan kefarmasian mulai dari pelayanan resep sampai kepada pelayanan informasi obat

kepadapasien sehingga diperoleh gambaran mutu pelayanan kefarmasian sebagai dasar

 perbaikan pelayanan kefarmasian di Puskesmas selanjutnya.

Hal-hal yang perlu dimonitor dan dievaluasi dalam pelayanan kefarmasian di

Puskesmas, antara lain :

 Sumber daya manusia (SDM)

 Pengelolaan sediaan farmasi (perencanaan, dasar perencanaan, pengadaan,

 penerimaan dan distribusi)

 Pelayanan farmasi klinik (pemeriksaan kelengkapan resep, skrining

resep,penyiapan sediaan, pengecekan hasil peracikan dan penyerahan obat

yang disertai informasinya serta pemantauan pemakaian obat bagi penderita

 penyakit tertentu seperti TB, Malaria dan Diare)

 Mutu pelayanan (tingkat kepuasan konsumen).

Page 22

50

BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu kegiatan di Rumah Sakit, Apotek

dan PUSKESMAS yang dapat menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Pelayanan

kefarmasian tidak dapat dipisahkan dari pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada

 pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik, yang

terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Dengan ditetapkan Standar Pelayanan Farmasi, tidaklah berarti semua

 permasalahan tentang pelayanan kefarmasian menjadi udah dan selesai. Dalam

 pelaksanaannya di lapangan, Standar Pelayanan Farmasi sudah tentu akan menghadapi

 berbagai kendala, antara lain sumber daya manusia / tenaga farmasi, kebijakan manajemen

serta pihak-pihak terkait yang umumnya masih dengan paradigma lama yang melihat

 pelayanan farmasi hanya mengurusi masalah pengadaan dan distribusi obat saja.

Untuk keberhasilan pelaksanaan Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit,

Apotek dan PUSKESMAS perlu komitmen dan kerjasama yang lebih baik antara Direktorat

Jendral Pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan dengan Direktorat Jendral Pelayanan

Medik, sehingga pelayanan akan semakin optimal, dan khususnya pelayanan farmasi akan

lebih dirasakan oleh pasien / masyarakat.

Similer Documents