Download Nick Begich - Mind Control PDF

TitleNick Begich - Mind Control
File Size505.9 KB
Total Pages60
Document Text Contents
Page 1

MIND CONTROL
TATANAN BARU PALING MENANTANG

NICK BEGICH
©2005

Page 2

MIND CONTROL
TATANAN BARU PALING MENANTANG

Page 30

30

pulse dari vibrasi suara speaker. Berkomentar mengenai studi ini, Dr. Robert

Becker (dua kali dinominasikan untuk Penghargaan Nobel Perdamaian),

mengamati bahwa alat seperti itu memiliki aplikasi jelas dalam operasi-

operasi tersembunyi yang dirancang untuk mengendalikan target bodoh

dengan suara, atau menyampaikan instruksi tak terdeteksi kepada pembunuh

potensial.”35

Kemudian, pada 1996, hadir perkembangan lainnya, “sistem komunikasi

wireless yang tak terdeteksi oleh metode radio frequency untuk mengkonversi

sinyal audio, termasuk suara manusia, menjadi sinyal elektronik pada rentang

frekuensi ultrasonik, mentransmisikan sinyal ultrasonik tersebut dengan

perantaraan gelombang tekanan akustik ke medium pengangkut, meliputi

gas, cairan, atau benda padat, lalu mengkonversi kembali gelombang

tekanan akustik ultrasonik menjadi sinyal audio awal.”36 Walaupun ini

dimaksudkan untuk digunakan bersama perangkat penerima dan pengirim,

yang telah diputuskan adalah [bahwa ini merupakan] metode modulasi untuk

pentransferan sinyal.

Karya sungguhan harus dipublikasikan dalam bentuk paten.

Bagaimanapun, klaim-klaim militer di bidang tersebut mulai mengemuka.

Berdasarkan pengalaman, paten-paten disembunyikan oleh pemerintah dan

disita oleh militer. Ketika kekayaan intelektual ini dirampas, para penemunya

diberi pilihan: bekerja untuk pemerintah, atau Anda tak bisa meneruskan riset

atau bahkan berbicara mengenai penemuan Anda karena peraturan keamanan

nasional. Mereka yang tidak bekerjasama, karyanya akan benar-benar

diberangus.

Page 31

31

LANGKAH besar sedang dibuat untuk mengkoneksikan biologi dengan teknologi informasi. Pada 1990, muncul berita bahwa “para ilmuwan telah
berhasil untuk pertama kalinya membangun sekumpulan sel otak manusia

yang bercabang dan tumbuh di dish laboratorium, sebuah pencapaian

dengan implikasi mendalam untuk memahami dan menyembuhkan berbagai

gangguan syaraf mulai dari epilepsi sampai penyakit Alzheimer.”37

Menurut sebuah laporan dalam Wall Street Journal Februari 1994:

“Para periset mengatakan mereka mengambil langkah kunci pertama menuju

pembuatan microchip elektronik yang menggunakan sel-sel otak hidup. Para

periset itu mengatakan mereka telah tahu bagaimana menempatkan embrio

sel otak di titik tertentu (yang diinginkan) pada chip silikon atau kaca dan

kemudian merangsang sel otak tersebut untuk tumbuh di sepanjang jalur

yang diinginkan.”38

Kemungkinan lainnya adalah bahwa baik sel otak maupun hardware

komputer bisa dibangun di laboratorium-laboratorium, menciptakan, mungkin,

komputer biologis (biologically augmented computer) pertama.

KONEKSI OTAK DENGAN KOMPUTER

Page 59

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku
akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.” | Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan
kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala
sesuatu, | maka diapun menempuh suatu jalan. | Hingga apabila dia telah sampai ke tempat
terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia
mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa
atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” | Berkata Dzulkarnain: “Adapun orang yang
aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu
Tuhan mengazabnya dengan azab yang tiada taranya. | Adapun orang-orang yang beriman
dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan
kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” | Kemudian dia menempuh
jalan (yang lain). | Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur)
dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka
sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, | demikianlah, dan sesungguhnya ilmu
Kami meliputi segala apa yang ada padanya. | Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain
lagi). | Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan
kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. | Mereka berkata: “Hai
Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di
muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu
membuat dinding antara kami dan mereka?” | Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan
oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan
(manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, | berilah aku
potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak)
gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi
(merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan
ke atas besi panas itu.” | Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula)
melubanginya. | Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila
sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah
benar.”

Kadang sabar itu memanas seperti api...
Kadang amarah itu mengalir seperti air...

“Aku tahu, setiap kali aku membuka sebuah buku,
aku akan bisa menguak sepetak langit.
Dan jika aku membaca sebuah kalimat baru,
aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya.
Dan segala yang kubaca akan membuat dunia
dan diriku menjadi lebih besar dan luas.”
(Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup)

Similer Documents