Download Pelaksanaan k3 Konstruksi Bangunan PDF

TitlePelaksanaan k3 Konstruksi Bangunan
File Size234.2 KB
Total Pages15
Document Text Contents
Page 7

CSMS terdiri dari 6 langkah yang terbagi 2 tahapan sebagai berikut :



1. Tahap Administrasi

Risk Assessment

Prakualifikasi

Seleksi

2. Tahap Implementasi

Pre-Job Activity

Pelaksanaan Pekerjaan

aman



13. Keselamatan Transportasi

Kegiatan Proyek melibatkan aktivitas transportasi yang tinggi

Pembinaan dan Pengawasan transportasi diluar dan didalamn lokasi Proyek

Semua kendaraan angkutan Proyek harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan





14. Pengelolaan Lingkungan

Selama proyek berlangsung harus dilakukan pengelolaan lingkungan dengan baik mengacu

dokumen Amdal/UKL dan UPL

Selama proyek berlangsung dampak negatif harus ditekan seminimal mungkin untuk

menghindarkan kerusakan terhadap lingkungan



15. Pengelolaan Limbah dan B3

Kegiatan proyek menimbulkan limbah dalam jumlah besar, dalam berbagai bentuk.

Limbah harus dikelola dengan baik sesuai dengan jenisnya.

Limbah harus segera dikeluarkan dari lokasi proyek



16. Keadaan Darurat

Perlu disusun Prosedur keadaan darurat sesuai dengan kondisi dan sifat bahaya proyek

misalnya bahaya kebakaran, kecelakaan, peledakan dsb.

SOP Darurat harus disosialisasikan dan dilatih kepada semua pekerja



17. Accident Investigation and Reporting System

Semua kecelakaan dan kejadian selama proyek harus diselidiki oleh petugas yang terlatih

dengan tujuan untuk mencari penyebab utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Semua kecelakaan/kejadian harus dicatat dan dibuat analisa serta statistik kecelakaan

Digunakan sebagai bahan dalam rapat komite K3 Proyek



18. Audit K3

Secara berkala dilakukan audit K3 sesuai dengan jangka waktu proyek

Audit K3 berfungsi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan K3 dalam

proyek sebagai masukan pelaksanaan proyek berikutnya

Sebagai masukan dalam memberikan penghargaan K3



Ketentuan administrasi K3



a. Kewajiban umum

Kewajiban umum di sini dimaksudkan kewajiban umum bagi perusahaan

Penyedia Jasa Konstruksi, yaitu :

Page 8

1) Kami berkewajiban untuk mengusahakan agar tempat kerja, peralatan, lingkungan kerja

dan tata cara kerja diatur sedemikian rupa sehingga tenaga kerja terlindungi dari resiko

kecelakaan.



2) Kami menjamin bahwa mesin-mesin peralatan, kendaraan atau alat-alat lain yang akan

digunakan atau dibutuhkan sesuai dengan peraturan keselamatan kerja, selanjutnya barang-

barang tersebut harus dapat dipergunakan secara aman.



3) Kami turut mengadakan pengawasan terhadap tenaga kerja, agar tenaga kerja tersebut

dapat melakukan pekerjaan dalam keadaan selamat dan sehat.



4) Kami menunjuk petugas keselamatan kerja yang karena jabatannya di dalam organisasi

Penyedia Jasa, bertanggung jawab mengawasi koordinasi pekerjaan yang dilakukan untuk

menghindarkan resiko bahaya kecelakaan.



5) Kami memberikan pekerjaan yang cocok untuk tenaga kerja sesuai dengan keahlian, umur,

jenis kelamin dan kondisi fisik/kesehatannya.



6) Sebelum pekerjaan dimulai Kami menjamin bahwa semua tenaga kerja telah diberi

petunjuk terhadap bahaya dari pekerjaannya masing-masing dan usaha pencegahannya, untuk

itu Penyedia Jasa dapat memasang papan- papan pengumuman, papan-papan peringatan serta

sarana-sarana pencegahan kecelakaan yang dipandang perlu.



7) Orang tersebut bertanggung jawab pula atas pemeriksaan berkala terhadap semua tempat

kerja, peralatan, sarana-sarana pencegahan kecelakaan, lingkungan kerja dan cara-cara

pelaksanaan kerja yang aman.



8) Hal-hal yang menyangkut biaya yang timbul dalam rangka penyelenggaraan keselamatan

dan kesehatan kerja menjadi tanggung jawab Kami







b. Organisasi keselamatan dan kesehatan kerja



Kami menugaskan secara khusus Ahli K3 dan tenaga K3 untuk setiap proyek yang

dilaksanakan. Tenaga K3 tersebut harus masuk dalam struktur organisasi pelaksanaan

konstruksi setiap proyek, dengan ketentuan sebagai berikut :



1) Petugas keselamatan dan kesehatan kerja harus bekerja secara penuh (full- time) untuk

mengurus dan menyelenggarakan keselamatan dan kesehatan kerja.



2) Pengurus dan Penyedia Jasa yang mengelola pekerjaan dengan mempekerjakan pekerja

dengan jumlah minimal 100 orang atau kondisi dari sifat proyek memang memerlukan,

diwajibkan membentuk unit pembina K3.

3) Panitia pembina keselamatan dan kesehatan kerja tersebut ini merupakan unit struktural

dari organisasi penyedia jasa yang dikelola oleh pengurus atau penyedia jasa.



4) Petugas keselamatan dan kesehatan kerja tersebut bersama-sama dengan panitia pembina

keselamatan kerja ini bekerja sebaik-baiknya, dibawah koordinasi pengurus atau Penyedia

Page 14

1) Manajer berkewajiban untuk melindungi keselamatan dan kesehatan pekerja konstruksi

sehingga harus menerapkan berbagai aturan, standar untuk meningkatkan K3, juga harus

mendorong personil untuk memperbaiki sikap dan kesadaran terhadap K3 melalui

komunikasi yang baik, organisasi yang baik, persuasi dan pendidikan, menghargai pekerja

untuk tindakan-tindakan aman, serta menetapkan target yang realistis untuk K3.



2) Secara aktif mendukung kebijakan untuk keselamatan pada pekerjaan seperti dengan

memasukkan masalah keselamatan kerja sebagai bagian dari perencanaan pekerjaan dan

memberikan dukungan yang positif.



3) Manajer perlu memberikan perhatian secara khusus dan mengadakan hubungan yang erat

dengan para mandor dan pekerja sebagai upaya untuk menghindari terjadi kecelakaan dan

permasalahan dalam proyek konstruksi. Manajer dapat melakukannya dengan cara



a) Mengarahkan pekerja yang baru pada pekerjaannya dan mengusahakan agar mereka

berkenalan akrab dengan personil dari pekerjaan lainnya dan hendaknya memberikan

perhatian yang khusus terhadap pekerja yang baru, terutama pada hari-harinya yang pertama.



b) Melibatkan diri dalam perselisihan antara pekerja dengan mandor, karena dengan

mengerjakan hal itu, kita akan dapat memahami mengenai titik sudut pandang pari pekerja.

Cara ini bukanlah mempunyai maksud untuk merusak (“merongrong”) kewibawaan pihak

mandor, tetapi lebih mengarah untuk memastikan bahwa pihak pekerja itu telah diperlakukan

secara adil (wajar).



c) Memperlihatkan sikap menghargai terhadap kemampuan para mandor tetapi juga harus

mengakui suatu fakta bahwa pihak mandor itu pun (sebagai manusia) dapat membuat

kesalahan. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara mengizinkan para mandor untuk memilih

para pekerjanya sendiri (tetapi tidak menyerahkan kekuasaan yang tunggal untuk

memberhentikan pekerja).



c. Pedoman untuk mandor

Mandor dapat mengurangi kecelakaan dan gangguan kesehatan dalam pelaksanaan pekerjaan

bidang konstruksi dengan :

1) Memperlakukan pekerja yang baru dengan cara yang berbeda, misalnya dengan tidak

membiarkan pekerja yang baru itu bekerja sendiri secara langsung atau tidak

menempatkannya bersama-sama dengan pekerja yang lama dan kemudian membiarkannya

begitu saja.



2) Mengurangi tekanan terhadap pekerjanya, misalnya dengan tidak memberikan target

produktivitas yang tinggi tanpa memperhatikan keselamatan dan kesehatan pekerjanya.

Selanjutnya manajemen puncak dapat membantu para mandor untuk mengurangi kecelakaan

kerja dengan cara berikut ini :

1) Secara pribadi memberikan penekanan mengenai tingkat kepentingan dari keselamatan

kerja melalui hubungan mereka yang tidak formal maupun yang formal dengan para mandor

di lapangan.



2) Memberikan penekanan mengenai keselamatan kerja dalam rapat pada tataran perusahaan.



d. Pedoman untuk pekerja

Similer Documents