Download PENETAPAN KADAR VITAMIN B1 PDF

TitlePENETAPAN KADAR VITAMIN B1
File Size381.1 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA



A. URAIAN TENTANG GOLONGAN OBAT VITAMIN

Vitamin adalah komponen tambahan makanan yang berperan sangat penting

dalam gizi manusia. Vitamin sintetik dipakai secara luas untuk menggantikan vitamin

yang hilang dan untuk mengendalikan rasa kandungan vitamin dalam makanan.

(Deman, J., 1997)

Vitamin, pada umumnya dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu

vitamin yang larut dalam lemak yakni vitamin A, D, E, K; serta vitamin yang larut

dalam air seperti vitamin B dan vitamin C. (Rohman dan Sumantri, 2007).

B. URAIAN TENTANG VITAMIN B1

Tiamin Hidroklorida (Thiamini Hydrochloridum) atau vitamin B1

Rumus Molekul : C12H17ClN4OS.HCl

Berat Molekul : 337,27

Pemerian : hablur kecil atau serbuk hablur, putih, bau khas lemah mirip ragi,

rasa pahit.

Kelarutan : mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol (95%), praktis

tidak larut dalam eter dan dalam benzen, larut dalam gliserol.

Keasaman kebasaan pH larutan 1% b/v, 2,7-3,4.

Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya.

Thiamin atau vitamin B1 merupakan gabungan dari senyawa dengan cincin

utama pirimidinnya dan senyawa dengan cincin utama tiasol. Karena peranannya

sebagai koenzim dalam metabolisme perantara dari asam alfa- keto dan

karbohidrat, maka tiamin terdapat pada hampir semua tanaman dan hewan.

Sayuran dan buah-buahan mengandung sedikit vitamin B1. Vitamin B1 terdapat

dalam jumlah yang tinggi pada biji-bijian, terutama dalam bagian kecambah dan

bekatul padi. (Deman, J., 1997).

Fungsi Thiamin adalah Menjaga pasokan energi (dlm bentuk TDP),

Mengkoordinasikan aktivitas saraf dan otot (selubung mielin & asetilkolin),

Mendukung fungsi jantung. Gejala awal kekurangan bahkan mungkin sedikit

Page 5

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN



A. ALAT DAN BAHAN

Alat – alat yang digunakan

1. Buret

2. Statif

3. Klep Penjepit

4. Pipet tetes

5. Gelas ukur

6. Pipet volume

7. Gelas beaker

8. Corong kaca

9. Erlenmeyer

10. Labu Takar

11.kertas saring

Bahan yang Digunakan

1. Larutan standar primer NaCl

2. Larutan Standar Sekunder

AgNO3

3. Indikator K2CrO4 5%

4. Sampel vitmain B1



B. CARA KERJA

Pembuatan larutan:

1. Pembuatan larutan standar primer NaCl 0,05 N

Ditimbang NaCl sebanyak 150 mg, masukkan ke dalam labu takar 50 ml lalu

ditambahkan dengan aquadest, dikocok sampai larut kemudian tepatkan

volumenya sampai tanda batas.

2. Pembuatan Larutan Standar Sekunder AgNO3 0,05 N

Ditimbang AgNO3 sebanyak 8 gram, masukkan ke dalam labu takar 1000 ml lalu

ditambahkan dengan aquadest, dikocok sampai larut kemudian tepatkan

volumenya sampai tanda batas.



Analisa Kuantitatif:

1. Standarisasi Larutan AgNO3 dengan NaCl standar

- Pipet 10 ml NaCl standar, masukkan dalam erlenmeyer

- Tambahkan 5 tetes indikator K2CrO4 5%

Page 6

- Titrasi dengan larutan AgNO3 standar sampai terjadi endapan coklat merah

muda / merah bata.

Rumus Perhitungan: (V x N) AgNO3 = (V x N) NaCl



Preparasi sampel:

Sampel yang mengandung vitamin B1 dihaluskan, ditimbang beratnya lalu

dilarutkan dengan aquadest, diaduk sampai homogen kemudian disaring, larutannya di

gunakan untuk analisis selanjutnya.



Penetapan kadar

- Menimbang 250 mg serbuk vitamin B1, masukkan kedalam erlenmeyer

- Tambahkan 10 ml aquadest, dikocok sampai larut

- Tambahkan 4 tetes larutan K2CrO4 5 %

- Titrasi dengan larutan AgNO3 standar sampai terjadi endapan coklat merah

muda yang tidak hilang lagi

Kesetaraan :

Tiap ml larutan AgNO3 0,1 N setara dengan 16,86 vitamin B1

Rumus perhitungan :

Kadar vitamin B1 =
( )

( )
x 100%



PEMBAHASAN

Dalam praktikum penetapan kadar vitamin B1, menggunakan titrasi argentometri

metode Mohr untuk pembakuan AgNO3 menggunakan larutan baku NaCl. Metode Mohr

ini dapat dilakukan dengan mempipet 10,0 ml NaCl yang ditambahkan dengan indikator

Kalium Kromat dan dititrasi dengan larutan baku sekunder AgNO3 sampai terbentuk

endapan merah.

Penggunaan indikator kalium kromat berhubungan langsung dengan sifat kalium

kromat yaitu indikator ini dibuat dengan kadar 5% (5 gr kalium kromat dalam 100 ml air)

dan digunakan pada titrasi dengan metode Mohr. Indikator ini digunakan pada titrasi ion

klorida pada suasana yang larutannya netral, dan pada waktu titik akhir tercapai akan

Similer Documents